Simoncelli Sebut Rossi Biang Kekalahan Bagnaia dari Marquez
Menurut Simoncelli, kesalahan fundamental Bagnaia berasal dari meremehkan kemampuan Marc Marquez akibat pengaruh buruk dari lingkaran Valentino Rossi.

OTORIDER - Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3 dan ayah dari mendiang Marco Simoncelli, memberikan pandangan tajam terkait performa menurun Francesco “Pecco” Bagnaia pada musim MotoGP 2025.
Menurut Simoncelli, kesalahan fundamental Bagnaia berasal dari meremehkan kemampuan Marc Marquez akibat pengaruh buruk dari lingkaran Valentino Rossi (VR46).
Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera via Crash.net Simoncelli menyatakan bahwa Bagnaia “tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu”.
Simoncelli menilai Bagnaia datang ke musim dengan pemikiran yang keliru setelah mendengar banyak dorongan dari kubu VR46, yang selama ini menghormati Valentino Rossi dan perspektifnya dalam dunia balap.
“Pecco berasal dari kelompok Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan, dia meremehkan Marquez,” ujar Simoncelli.
Dirinya menambahkan bahwa Bagnaia seperti terjebak dalam gagasan bahwa dengan mengurangi jumlah kecelakaan saja sudah cukup untuk bersaing, namun kenyataannya Marc Marquez menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim.
Fakta statistik mendukung pandangan itu. Pada MotoGP 2025, Bagnaia hanya mampu mengamankan dua kemenangan dan berakhir kelima di klasemen akhir, sementara Marquez mencatat 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan sprint untuk merebut gelar juara dunia ketujuhnya.
Simoncelli juga mengaitkan keputusan Ducati merekrut Marquez ke tim pabrikan sebagai faktor yang memperbesarkan tekanan terhadap Bagnaia, terutama karena hubungan yang tegang antara Marc Marquez dan Valentino Rossi yang sudah berlangsung sejak 2015.
Menyudahi komentarnya, Simoncelli justru memuji karakter juara Spanyol tersebut. Ia mengaku melihat kesamaan gaya balap dan semangat Marquez dengan putranya yang telah meninggal, dan menilai Marquez sebagai sosok yang tak mudah menyerah di lintasan. (*)










