Tips Rawat Busi Motor Agar Tetap Awet

Tips Rawat Busi Motor Agar Tetap Awet

Busi merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembakaran mesin. Jika performa busi sudah tidak optimal, bisa dipastikan tarikan motor menjadi tidak maksimal atau bahkan menyebabkan mogok.

Lalu, bagaimana cara merawat busi agar tetap awet hingga batas usia masa pakainya? Diko Octavian selaku Technical Support Product Specialist PT NGK Busi Indonesia pun memberikan penjelasannya.

"Pastikan busi yang dipakai sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing dan utamanya mesin kudu rajin diservis," kata Diko saat dihubungi OtoRider (24/1).

   Baca Juga: Harga Komponen Suspensi Depan Ohlins untuk Motor 250 cc ke Bawah

Diko menambahkan, kesalahan dalam memilih busi tentunya bisa berakibat fatal pada motor. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan ketika memilih busi?

1. Pemilihan Resistor

Resistor pada busi memiliki fungsi untuk mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan memengaruhi kerja kendaraan secara utuh, khususnya di motor berteknologi injeksi yang sudah dilengkapi ECU. 

"Untuk kendaraan injeksi wajib pakai busi yang tipe resistor. Contohnya busi NGK CR7HSA. Fungsinya untuk meminimalisir kerusakan pembacaan sinyal ke ECU karena noise sinyal," jelas Diko.

2. Tingkat Panas

Setiap busi memiliki tingkat panas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, seringkali ditemui adanya istilah busi panas dan busi dingin.

Busi dingin umumnya memiliki ujung insulator yang lebih pendek, sehingga akan lebih cepat membuang panas. Sementara itu, busi panas menggunakan insulator yang lebih panjang. Hal ini membuatnya dapat menyimpan panas dalam waktu lebih lama. 

"Jika mesin dipasang (busi) lebih dingin dari standardnya, maka akan terbentuk karbon atau kerak yang berpotensi menyebabkan missfire. Sedangkan kalau lebih panas dari standardnya, maka busi akan mengalami overheat, knocking, dan pada akhirnya elektroda meleleh serta rusak," ujar Diko.

   Baca Juga: Selisih Harga Sedikit, Pilih Honda BeAT Baru atau Genio?

Semakin tinggi angkanya, lanjut Diko, maka semakin dingin tipe businya. Sementara, semakin rendah angkanya, maka semakin panas businya.

3. Pemilihan Dimensi dan Fitur

Diko menilai, kesalahan memilih dimensi dan fitur menjadi hal yang paling sering terjadi di kalangan mekanik ataupun konsumen. Menurutnya, kebanyakan dari mereka membagi busi itu menjadi busi pendek dan busi panjang.

"Padahal ada banyak fitur yang dipasang di busi. Salah dimensi bisa bikin piston kejedot busi," ungkap Diko.

Tak hanya bahaya akibat kesalahan penggunaan busi yang tidak tepat, ulir busi juga perlu diperhatikan. Busi dengan lebar ulir yang serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id