Waspada, Efek Sering Ganti Oli Beda Tipe dan Merek

Waspada, Efek Sering Ganti Oli Beda Tipe dan Merek

Oli mesin menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keawetan bagian dalam mesin. Penggantian oli mesin secara berkala tentunya akan membuat performa serta usia pakai komponen tetap optimal.

Namun, selain kesesuaian spesifikasi oli mesin dengan rekomendasi pabrikan, ternyata tidak disarankan untuk sering berganti tipe atau merek oli. Mengapa demikian? Rialdy Fasha selaku Training and Technical Engineer Motul Indonesia memberikan penjelasannya.

   Baca Juga: Daftar Harga Matik Honda (Februari 2020)

"Kalau terlalu sering pasti pengaruh, rusak. Karena kan tiap oli itu punya aditifnya beda-beda. Lebih baik menggunakan oli yang sama secara terus menerus. Sesekali enggak apa-apa, boleh," kata Rialdy saat ditemui OtoRider di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Ganti oli mesin

 

Rialdy menambahkan, oli sendiri memiliki masa penggantian yang berbeda-beda. Sehingga, tiap oli tidak bisa disamakan usia pemakaiannya.

   Baca Juga: Beragam Komunitas Ramaikan Sunmori Bersama Shop&Bike

"Misalnya, oli yang satu bisa ganti di 3.000 km, ketika kita pakai oli yang lain belum tentu 3.000 km juga, bisa saja di 2.000 km," jelasnya.

Lebih lanjut, Rialdy mengungkapkan, sering berganti-ganti oli mesin juga bisa menimbulkan deposit pada mesin. "Selain itu, timbul yang namanya lumpur juga. Itu karena sering bergonta-ganti oli yang berbeda," ucapnya.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

CarReview.id