Salah Kaprah, Tanggal Produksi Tidak Mengartikan Umur Ban

Salah Kaprah, Tanggal Produksi Tidak Mengartikan Umur Ban

Banyak informasi dalam sebuah produk ban yang belum dimengerti oleh konsumen otomotif. Salah satunya adalah kode produksi ban yang dikenal sebagai Departement of Transport (DOT). Biasanya kode ini terdiri dari empat digit angka yang mengartikan pekan dan tahun ke berapa ban tersebut dibuat.

Sayangnya kode DOT ini kerap dijadikan acuan untuk menghitung umur ban, padahal hal tersebut merupakan salah kaprah. Hal ini dijelaskan langsung oleh Fachrul Rozi selaku Customer Engineering Support Michelin indonesia. Menurutnya kode tersebut merupakan kebutuhan orang teknik di industri manufaktur ban.

   Baca Juga: Inspirasi Modifikasi All New Honda CB150R Streetfire 2021, Minimalis Tapi Nyentrik

"Tolong diinformasikan DOT ini tidak menunjukkan umur ban, DOT ini tanggalan buat kami orang teknik ketika menemukan masalah. Ada produksi ban bermasalah, kami akan melakukan karantina di pekan itu. Misalnya masalah di pekan ke-35 tahun 2020, berarti di pekan itu seberapa banyak yang kena karantina," ujar Fachrul ketika ditemui media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ban, Nitrogen, tekanan angin

Menurutnya penghitungan umur ban yang tepat adalah ketika sudah mulai dipakai oleh konsumen. Minimal pada saat ban sudah dipasang di motor dan diisi oleh angin. Menurutnya jika ban masih dalam keadaan tersimpan, umurnya tidak berpengaruh.

   Baca Juga: Periksa Kondisi Oli Mesin Honda BeAT Tanpa Perlu Ke Bengkel, Sudah Tahu Caranya?

"Kecuali memang disimpannya dijemur atau di tempat lembab, kalau seperti itu lain cerita. Tetapi kalau simpannya bagus, meski sudah produksi 2-3 tahun lalu masih bisa dipakai. Kenapa dihitung saat dipakai? Karena ban sudah ditekan, sudah dibebani, sudah dipakai. Sementara kalau baru kan belum diapa-apain juga," pungkasnya.

 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id