Panduan Servis Yamaha Fazzio Hybrid Tahun Pertama, Beda dari Matic Lain?

Panduan Servis Yamaha Fazzio Hybrid Tahun Pertama, Beda dari Matic Lain?

 

Yamaha Fazzio Hybrid resmi diluncurkan di Indonesia beberapa bulan lalu. Skutik 125 cc itu mendapatkan teknologi hybrid  yang dapat membantu pada akselerasi awal. Lantas dengan mesin hybrid, apakah servisnya berbeda dengan motor matic biasa?

Dijelaskan Iman Maliki, Service Advisor Yamaha Era Motor, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk servis Fazzio sama saja seperti matic Yamaha lainnya. "Selama setahun ada 4 kali servis, sama seperti matic Yamaha lainnya," ucap Iman saat ditemui OtoRider.

   Baca Juga: Deretan Fitur Aprilia SR GT 200, Bisa Terkoneksi Smartphone

Servis pertama dilakukan pada kilometer 1.000 atau satu bulan pemakaian. "Saat servis pertama dilakukan ganti oli mesin, dan pengecekan yang kami lakukan meliputi sistem kelistrikan, suspensi, pengereman, tekanan ban serta Yamaha Diagnostic Tools melalui ECM (Engine Control Modul), oli mesin gratis saat servis pertama,” ujar Iman.

Kemudian, jadwal servis selanjutnya di 4.000 km atau 4 bulan pemakaian, motor kembali dilakukan pengecekan lebih lengkap. Pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih sama saat servis pertama, namun ada tambahan sedikit.

Yamaha Fazzio Hybrid Connected
"Kalau untuk pengecekan hampir sama dengan yang pertama, bedanya dilakukan ganti oli mesin serta oli gardan atau CVT," ucapnya.

Selanjutnya, servis ketiga di 7.000 km atau 7 bulan pemakaian. Pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih sama seperti servis sebelumnya, namun disarankan ada penggantian part.

"Untuk servis ketiga pengecekannya sama seperti sebelumnya semua dicek, namun ada penggantian busi serta filter udara dan filter CVT dibersihkan," ujarnya.

   Baca Juga: 8 Merek Motor yang Bisa Di-Test Ride dalam Ajang IIMS Hybrid 2022

Pada servis keempat di 10.000 km atau 10 bulan pemakaian. Pemeriksaan masih sama dengan servis sebelumnya, tetapi ada beberapa part yang perlu diganti.

"Servis keempat itu dilakukan penggantian oli mesin, oli CVT atau gardan, filter udara, filter CVT serta dilakukan pembersihan di bagian CVT," terangnya.

Lebih lanjut, iman menyarankan agar melakukan penggantian oli jangan sampai lewat dari 3.000 km. "Sebaiknya ganti oli jangan sampe lewat dari 3.000 km, lebih baik sebelum sampe di 3.000 km sudah diganti," jelasnya.

 
 
 
Daftarkan diri Anda untuk
mendapatkan informasi terkini mengenai mobil.
 

Bus-truck.id