Masukan kata kunci yang ingin Anda cari pada kotak diatas.

Tentang Kami
DisclaimerHubungi KamiInfo IklanKarirPeraturan Media SiberRedaksiTentang OtoriderPrivacy Policy
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play
Hubungi Kami
Perkantoran Maisonete Mega Jalan Raya Joglo No. 41 Kebon Jeruk, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Jakarta 11640
Email :
redaksi@otorider.com (Redaksi)
marketing@otorider.com (Marketing)
Member of :
Copyright © 2026. Otorider.com. All rights reserved.

Penipuan Jual-Beli Segitiga Masih Marak Terjadi, Ini Lima Cirinya

Dipublikasikan : Rabu, 4 Desember 2024 17:00
Penulis : Ilham Pratama

Meski sudah banyak diketahui, namun modus penipuan segitiga dalam transaksi jual-beli motor bekas masih saja terjadi. Bahkan saat ini modus tersebut juga terjadi di kota-kota kecil.

Ilustrasi Motor Bekas (Foto : Otorider)
Ilustrasi Motor Bekas (Foto : Otorider)

OTORIDER - Meski sudah banyak diketahui, namun modus penipuan segitiga dalam transaksi jual-beli motor bekas masih saja terjadi. Bahkan saat ini modus tersebut juga terjadi di kota-kota kecil.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom beberapa waktu lalu sempat mengatakan jika dalam skema ini, pelaku penipuan berlaku sebagai perantara dan mengarahkan penjual dan pembeli yang asli untuk bertemu.

"Penjual asli diarahkan penipu untuk bertemu dengan calon pembeli asli, namun salah satu atau keduanya diarahkan ke jalur pembayaran yang tidak aman," ucapnya dilansir dari situs resmi Polresta Barelang Batam (23/9).

Kompol Benhur Gultom menambahkan jika kebanyakan penipuan segitiga ini diawali dari postingan jual beli online di media sosial. Untuk itu, ada lima ciri khas yang bisa ditelisik sebagai penipuan segitiga.

1. Harga Motor Terlalu Murah

Sebelum membeli motor bekas, ada baiknya Anda mengetahui harga bekasnya terlebih dahulu. Misalnya Honda Beat CBS 2023 kondisi normal yang masih di rentang Rp 15-14 jutaan, tiba-tiba dijual Rp 10 juta. Anda patut waspada akan tawaran menggiurkan tersebut.

"Paling penting jangan tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Waspadai barang dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran. Ini sering kali menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak beres," papar Kompol Benhur.

2. Mengaku Jadi Perantara Atau Pemilik Motor

Beberapa modus penipuan segitiga, pelaku akan mengaku sebagai pemilik motor yang akan berdinas keluar kota. Untuk itu, motornya akan disebut tengah dititipkan ke saudaranya.

Ada pula yang mengaku jika pelaku adalah perantara yang ditunjuk langsung oleh pemilik motor untuk mencari pembeli. Sehingga ada kesan jika pemilik motor benar-benar mengenal pelaku.

3. Berpura-Pura Menjadi Pembeli Potensial

Dari sisi penjual, pelaku penipuan segitiga akan mengomunikasikan secara intens seolah akan menjadi potensial. Namun saat bertransaksi, pelaku tentu tidak akan hadir langsung.

Sebagai gantinya, pelaku akan menyebut jika pembeli adalah saudara atau kenalannya yang akan mengambil motor tersebut.

4. Tidak Dibolehkan Menanyakan Harga ke Pemilik Motor

Ciri khas penipuan segitiga yang paling umum adalah, pembeli motor atau penjual tidak boleh saling bertanya mengenai harga yang ditawarkan.

Karena jelas, penipu akan memancing korban pembeli dengan iming-iming harga murah. Sementara untuk penjual, biasanya penipu tidak akan melakukan negosiasi harga.

5. Pembeli Wajib Transfer Terlebih Dahulu

Jika pembeli sudah terpancing, maka penipu akan langsung meminta transfer uang yang dibutuhkan untuk menebus motor tersebut. Sedangkan penjual akan terkejut karena akan dimintai dokumen dan motornya, meski belum mendapat bayaran apa pun.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif sebelum terlibat dalam transaksi, terutama transaksi besar seperti pembelian kendaraan bermotor," pungkasnya. (*)

Tag
Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otorider.com. Ikuti Channel kami pada tombol dibawah ini.
Telah hadir! Yuk download aplikasi Otorider sekarang juga!
Google Play

Trending

#1

Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Fatal, Warga Bisa Tuntut Penyelenggara Jalan

#2

Pajak Tahunan Honda CRF250 Rally 2025 Tembus Rp 1,3 Juta, Ini Rinciannya

#3

Berita Populer: Dampak Dolar AS ke Motor Listrik Polytron dan Motor Honda Paling Laris

#4

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Awal Februari 2026, Ini Rinciannya

#5

Pemprov DKI Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang, Polisi Catat 27 Kecelakaan Akibat Lubang Jalan

Terbaru

Sport| 9 jam yang lalu

Mario Bezzecchi 'Menikahi' Motornya Untuk Beberapa Tahun

Rider asal Italia, Mario Bezzecchi baru saja melakukan kontrak dengan Aprilia Racing untuk beberapa tahun. Isinya mirip perjanjian nikah.

Berita| 13 jam yang lalu

Vespa Luncurkan 946 Horse, Ini Tanggapan Piaggio Indonesia

Vespa kembali meluncurkan versi ‘Shio’ dalam menyambut Tahun Kuda (2026) dengan Vespa 946 Horse. Ini menjadi model keempat edisi kalendar Lunar.

Komunitas| 16 jam yang lalu

Musyawarah Besar AHJ 2026 Digelar, Komunitas Motor Honda Jakarta Pilih Ketua Baru

Musyawarah Besar AHJ 2026 digelar di Jakarta sebagai forum tertinggi komunitas motor Honda. Agenda mencakup revisi AD/ART, laporan pengurus, dan pemilihan Ketua Presidium baru.

Berita| 17 jam yang lalu

Februari Penuh Promo, Vespa Tawarkan Diskon hingga Rp 12 Juta dan Bonus Helmet Resmi

Piaggio Indonesia menghadirkan program “You Know You Want It” dengan promo skuter premium hingga Rp 12 juta untuk Piaggio, Vespa, dan Aprilia

Berita| 18 jam yang lalu

Berita Populer: Jalan Berlubang, Pajak CRF250 Rally hingga Harga BBM Turun

5 berita otomotif terpopuler Otorider.com 26 Januari–1 Februari 2026, mulai dari kecelakaan jalan berlubang, pajak Honda CRF250 Rally, harga BBM Pertamina turun

Beranda Trending Motor Listrik